Kuliner Khas Gresik

Beberapa minggu yang lalu, saya dan keluarga berlibur ke Sidayu, Gresik. Liburan yang sangat menyenangkan, selain bisa bertemu dengan sanak saudara, saya juga tidak ingin melewatkan untuk mencicipi makanan khas Gresik. Aih, pas pulang balik ke Bandung rasanya badan ini jadi bertambah berat sajašŸ˜€ . Suami bilang kalau pulang ke Gresik itu “Perbaikan Gizi”, haha, gimana ga bergizi, makanan yang terhidang kebanyakannya seafood (udang, ikan, cumi, kerang) itu seger-seger, jadi ketika diolah dan dimakan, rasanya enak. Supaya kamu yang membacanya tambah ngiler, berikut beberapa kuliner khas gresik yang telah saya nikmati:

1. Kerang Batik

Kerang batik (baby clams) adalah kerang alam yang habitatnya di laut dan bersifat musiman. Kerang ini dinamakan kerang batik karena pada cangkangnya terdapat motif-motif yang identik dengan gambar ā€œbatikā€. Motifnya indah dan cantik, sehingga ā€œkerang batikā€ ini digemari banyak orang. Kerang batik ini tidak hanya di Gresik saja, tetapi di daerah berpantai lainnya, seperti Indramayu, dan lain lain. Memakan kerang batik di Gresik, merupakan pengalaman pertama saya, awalnya terasa asing di lidah, tetapi lama-kelamaan, jadi doyan. Memasak kerang batik cukup mudah, bisa direbus atau di tumis.

kerang-batik

2.Iwak pe
Makanan apa lagi ini? Iwak pe (ikan pari). Seumur-umur baru makan ginian. Ikan pari yang dibeli di pasar sudah di potong tipis memanjang dan di jepit dengan bilah bambu kecil. Dijual setelah diasapi. Iwak pe paling sering di buat mangut yaitu di masak menggunakan kuah santan yang pedas. Tulang iwak pe ini lunak jadi tidak hanya dagingnya tapi tulangnya pun bisa dimakan. Lagi-lagi, iwak pe masih terasa asing di lidah saya, ditambah bau asap ketika memakannya.

iwak-pe

3. Bubur Harisah
Bubur harisah konon berasal dari Arab, terbuat dari daging kambing dan gandum, dengan pelengkapnya taburan gula manis. Bubur harisah ini biasanya ada ketika haul Bungah saja (Bungah, salah satu kecamatan di Gresik), tetapi bisa juga dipesan hanya pada hari Kamis saja. Setengah kilo saja harganya Rp.50000, waw lumayan mahal ya, itu karena proses pembuatannyap sulit dan lama. Beberapa orang bilang bubur Harisah bisa menambah stamina laki-laki lho.

bubur-harisah

4. Bonggolan

Bentuk makanan ini sepertiĀ  pempek lenjeran, lonjongĀ  berwarna putih dan berbau khas ikan.Ā  Untuk memakannya terlebih dahulu diiris selebar 1 hingga 2 cm dan digoreng. Bonggolan yang sudah digoreng bisa dicocol dengan sambel petis atau sambel botolan. Bonggolan ini juga menjadi bahan kerupuk,Ā  diiris tipis-tipis dan dijemur sampai kering, jadilah kerupuk mentah yang siap digoreng.

bonggolan

5. Kacang Kapri
Mendengar nama kacang kapri, yang terbayang adalah kacang yang tersimpan dalam daun warna hijau, saya familiarnya dengan kacang kapri berwarna hijau. Tetapi nama kacang kapri yang saya temukan di Gresik bentuknya bulat, telihat seperti duku. Kacang kapri ini adanya musiman. Kacang kapri ini biasanya dijadikan cemilan sehari hari atau suguhan tamu. Sebelum dimakan, kulit kacang kapri harus dibuang, dan disana biasanya menyuruh orang lain melakukannya, lumayan menghabiskan waktu, apalagi kalau kacangnya dibeli dalam jumlah banyak. Setelah kulit kacang dikupas, lalu digoreng. Rasanya yang gurih dan renyah, membuat saya tidak berhenti untuk memakannyašŸ™‚.

kacang-kapri

buah kacang kapri

kacang-kapri

kacang kapri sesudah digoreng

Semoga tulisan diatas menambah referensi buat anda untuk mengenal beberapa kuliner khas Gresik.

7 responses to “Kuliner Khas Gresik

  1. kacang kapri samakacang bogor mirip kelihatannya mbak

  2. kok nsi krawu nga masuk ya?

  3. Ping-balik: Wisata ke Maharani Zoo & Goa Lamongan | Bunda dan Aku

  4. Semuanya baru sekali ini saya tau namanya mbakšŸ˜€

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s