Melatih Balita Cara Menggunakan Toilet

Untuk membuat latihan menggunakan toilet berjalan lancar bagi Anda dan balita Anda, luangkan waktu untuk mempelajari praktik-praktik apa saja yang baik dan tidak baik diterapkan. Tanpa persiapan yang matang, latihan menggunakan toilet hanya akan membuat Anda frustrasi dan justru membuat balita Anda trauma. Anda tidak ingin balita Anda terus-menerus buang air besar maupun kecil di popok atau celana meskipun informasi cara mencuci dengan mesin cuci banyak tersedia, termasuk yang dirangkum Rinso. Latihan perlu diberikan dengan suasana yang menyenangkan dan tidak memaksa.

Praktik-praktik yang baik

1. Tunggu waktu yang tepat
Tidak ada patokan pasti kapan balita siap dilatih menggunakan toilet meskipun kebanyakan balita mengembangkan keterampilan fisik dan mental yang diperlukan untuk itu pada rentang usia 18-24 bulan. Beberapa balita bahkan baru siap pada umur 3 tahun atau 4 tahun. Tanda-tanda kesiapan fisik bisa berupa keterampilan berjalan atau bahkan berlari secara stabil, volume urine yang besar dalam sekali kencing, dan ketahanan tidak buang air dalam dua jam atau selama tidur. Ketika latihan tidak berhasil dalam beberapa minggu pertama, itu berarti balita Anda belum siap. Tunggu hingga beberapa minggu kemudian.

2. Susun rencana
Buatlah keputusan kapan dan bagaimana Anda akan memulai latihan, cara menangani insiden selama latihan, kapan perlu menyerah, dan sebagainya. Bersiaplah untuk fleksibel karena tidak ada yang tahu bagaimana balita Anda akan merespons. Wajar jika suatu saat latihan menunjukkan kemajuan pada awalnya, namun kemudian mengalami kemunduran di tengah jalan.

toilet-training-pada-anak

credit pic : Juhan Sonin

3. Bersabar
Sebagian balita bisa mulai menguasai materi latihan dalam beberapa hari. Sebagian lainnya memerlukan beberapa minggu atau bahkan bulan. Jangan menekan balita Anda terlalu keras untuk berlatih lebih cepat daripada kemampuannya. Memberikan motivasi berupa dorongan lembut dan pengingat tidak ada salahnya selama tidak memaksa. Hindari menunjukkan rasa kecewa apalagi marah ketika terjadi insiden kotoran tercecer di lantai atau celana. Selama Anda tahu cara mencuci dengan mesin cuci yang benar, cloth diaper pun mudah dibersihkan.

4. Beri pujian
Selama latihan, balita Anda akan menyambut baik reaksi positif dari Anda. Berikan pujian setiap saat dia menunjukkan kemauan berlatih dan ketika dia bangun tidur tanpa popok atau celana basah. Walau begitu, pujian yang terlalu berlebihan bisa justru membuatnya grogi yang berujung pada lebih banyak insiden.

Praktik-praktik yang tidak baik

1. Memulai pada waktu yang tidak tepat
Memulai latihan sebelum balita Anda siap hanya akan membuat proses ini semakin sulit dan lama. Masa-masa peralihan dalam kehidupan balita merupakan waktu yang tidak tepat untuk memulai latihan, misalnya masa awal masuk kelompok bermain atau prasekolah, kehadiran adik baru, atau pergantian pengasuh. Balita merupakan makhluk yang penuh rutinitas, jadi perubahan terhadap kebiasaannya bisa menyebabkan gejolak.

2. Memberi tekanan
Paksaan pada balita bisa membuatnya gugup yang berujung pada sembelit dan masalah-masalah lain. Biarkan balita Anda mempraktikkan teknik latihan sesuai temponya sendiri.

3. Meniru metode orang lain
Teknik yang berhasil diterapkan pada balita lain belum tentu berhasil pada balita Anda. Metode latihan menggunakan toilet berubah dari generasi ke generasi. Cara orang tua Anda melatih Anda ketika balita kemungkinan besar tidak relevan lagi. Sekarang bukan zamannya lagi memaksakan jadwal yang Anda buat, melainkan Anda harus menunggu tanda-tanda kesiapan balita Anda.

4. Memberikan hukuman
Menghukum atau memarahi balita Anda tidak akan menghasilkan apa pun dan malah membuatnya kehilangan minat. Jika balita Anda tidak tertarik berlatih atau membuat kesalahan selama latihan, Anda harus menerimanya. Bertindaklah secara kalem dalam menangani setiap insiden, misalnya ceceran kotoran, dan segala tantangan yang ada.

semoga bermanfaat

8 responses to “Melatih Balita Cara Menggunakan Toilet

  1. orang tuanya yang tau metode apa yang acocok untuk melaksanakannya ya bun. kedua anak saya laki2 jadi bisa belajar dari yang pertama🙂 biasanya dengan cara mentatur tiap berapa jam . Allhamdulillah 2 tahun sudah lulus

  2. Huhu dulu anak pertamaku sukses potty training dengan bantuan si mbak, tapi anak kedua ini kami gak pakai mbak jadi aku masih maju-mundur nih! TFS ya…

  3. Kadang keliatan lucu ya, liat mimik balita lagi toilet training..hi.hi

  4. tks for sharing, Rafaf blum lulus toilet trainingnya nih

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s