Bermain Api yuk, Nak!

Api kok dimainkan? Berbahaya tahu?
Semua orang tahu api itu bisa berbahaya, tapi bisa bermanfaat juga lho!. Sikap polos anak dan rasa ingin tahu anak bisa jadi membahayakan kalau dia mencoba sendiri tanpa kita ketahui. Sebelum terjadi hal yang tidak kita inginkan, anak diberi penjelasan sejak dini kenapa api bisa berbahaya dan bagaimana memanfaatkan api supaya berguna.

Saya sudah mengenalkan Api kepada amira (7thn), Ayu (5thn) sejak dari kecil dan sekarang adiknya, Salwa (2thn) sudah mengenal Api juga. Bagaimana cara mengenalkannya?
1. Kenali sumber api
Kenalkan apa saja yang menjadi sumber api, seperti matahari, korek api, listrik, dan lainnya.

2. Kegunaan api
Kegiatan memasak jadi media belajar anak, bahwa api bisa dipakai untuk memasak. Ketika mati lampu, kita menyalakan lilin dengan korek, akan terlihat api yang bisa menerangi atau ketika idul adha kemarin, bakar sate dengan bara api, dan lain-lain

3. Bahaya api
“Api kecil itu sahabat, Api besar itu musuh”. Saya pernah mendengar slogan seperti itu terkait api, benar juga sih ketika api masih kecil kita masih bisa memanfaatkannnya, tapi ketika api besar itulah yang berbahaya. Ketika anak dekat-dekat pada saat memasak atau melihat lilin, tetap diberi pengertian bahwa api kecil ini bisa berbahaya kalau kita memegangnya langsung, api bisa menyambar apapun didekatnya dengan cepat, jadi harus dijauhkan dari barang yang mudah terbakar.

4. Melakukan eksperimen
Punya kaca pembesar dirumah? Dengan menggunakan kaca pembesar, anak-anak diajarkan membuat api dengan bantuan sinar matahari. Di saat itulah, anak-anak bisa diajarkan tentang bahaya dan manfaat api. Learning by doing.

eksperimen-kaca-pembesar-bermain-api-

Membakar daun kering dengan bantuan kaca pembesar dan matahari

kaca-pembesar-bermain-api

Si kecil ikutan melakukan eksperimen membakar daun kering dengan kaca pembesar dan matahari

5. pertolongan pertama apabila api membesar
Saya pernah mendapat training tentang safety lab, dimana bahan-bahan di laboratorium bisa mudah terbakar. Ada beberapa cara untuk memadamkan api, pertama menggunakan alat pemadam api berupa tabung , kedua dengan menggunakan kain tebal yang dibasahin, trus kita lempar dengan jarak aman dari api.

Semoga anak-anak kita terhindar dari bahaya. Kewajiban orangtua untuk tetap mengawasi  dan mengingatkan akan bahaya di sekitar kita.

 

13 responses to “Bermain Api yuk, Nak!

  1. Ping-balik: Bermain dengan 4 unsur alam (api,air,angin,tanah) | Bunda dan Aku

  2. Assalaamu’alaikum wr.wb, Dina…

    Penjelasan tentang kegunaan dan bahayanya api sangat penting untuk pengetahuan anak-anak supaya mereka tahu dan sedar akibat dari keduanya dalam kehidupan. Bunda senang dengan aktiviti eksprimen dengan kanta pembesar dan matahari. Anak-anak sangat suka melakukannya.

    Sudah 2 tahun ya umurnya Salwa, tidak terasa masa berlalu. masih bunda ingat lagi, Dina maklum ke bunda tentang kelahirannya. Semoga semuanya jadi anak solehah dan membanggakan orang tuanya. aamiin.

    Salam manis dari Sarikei, Sarawak.🙂

  3. main dan mengenalkan api yang penting di awasi ya

  4. idenya bagus mba Dina, mendampingi anak bermain plus belajar, butuh kesabaran ya

  5. Belajar sambil bermain… cara paling mudah mengenalkan ilmu pengetahuan kepada anak ya Teh…mantaap!

  6. mengenalkan anak dan memberitahu bahayanya juga ya…setuju bgt deh

  7. Kereeen Teh Dina…selalu menyempatkan diri menuliskan pengalaman mendifik anak-anak..inspiratif..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s