Mengalahkan Takut pada Anak

“Takut Bun,” rengek Ayu sambil memegang tangan saya dengan erat. Lain Amira lain juga Ayu, karakter Amira yang pemberani dan ga maluan, berbeda dengan Ayu yang kadang-kadang harus mengamati  dulu baru bisa ikut berbaur dengan teman-temannya ketika bermain atau ketika mencoba permainan baru. Seringkali saya harus menyakinkan Ayu bahwa tidak apa-apa bermain dengan temannya atau ga apa-apa  dijagain kok, dilihatin dari jauh kok, dan kata-kata lainnya untuk menenangkan hati Ayu. Umur Ayu pun semakin bertambah dan semakin banyak bersosialisasi membuat Ayu sedikit demi sedikit mengalahkan takutnya.  Mengalahkan takut adalah masalah waktu dan bagaimana orangtuanya membantunya mengatasi ketakutannya.

Berikut adalah beberapa trik lain yang bisa dipraktekkan oleh para orangtua:

  • Dalam mengatasi rasa takut anak Anda memang harus pandai-pandai mengatur sikap. Jangan terlalu serius, tapi juga jangan anggap remeh. Jangan juga memberi kesan bahwa ketakutan itu sesuatu yang salah.
  • Takut pada hal-hal yang perlu ditakuti adalah wajar. Yang paling penting adalah membekali anak bagaimana mengatasi rasa takutnya itu saat ia mengalaminya atau kelak bila ia mengalaminya tanpa kehadiran orang tua atau orang terdekat lainnya.
  • Katakan pada anak bahwa rasa takut memang nyata. Bukan cuma anak-anak, orang dewasa pun mengalaminya. Tetapi orang dewasa biasanya takut pada hal-hal yang memang menakutkan. Sedang anak-anak sering takut pada hal-hal yang sebetulnya tidak ada atau tidak menakutkan. Pemahaman ini penting bagi anak agar ia tahu bahwa ketakutan itu harus beralasan alias masuk akal.
  • Jangan memaksa anak untuk segera bisa mengatasinya. Beri ia cukup waktu untuk beradaptasi pada situasi atau obyek yang membuatnya takut. Bersikaplah santai, jangan terlalu menggebu-gebu. Semangat Anda yang berlebihan justru akan membuat anak sadar bahwa rasa takut itu merupakan hal yang tidak biasa.
  • Hindari jadi contoh yang salah bagi anak. Teliti diri Anda (atau orang dewasa lain di rumah) apakah sering menunjukkan reaksi takut terhadap sesuatu di depan anak? Bila ini yang terjadi Anda perlu segera menghentikan kebiasaan itu. Ibarat pepatah, guru kencing berdiri, murid kencing berlari, rasa takut juga tumbuh karena anak melihat contoh. Sebaliknya, kalau anak melihat bahwa Anda mampu mengatasi rasa takut Anda dengan tenang, anak pun akan berbuat serupa itu.
  • Jangan menertawakan reaksi takut anak. Terlalu serius dan bersemangat dalam menangani ketakutan anak tidaklah dianjurkan. Tetapi meremehkannya dan menertawakannya juga sama buruknya. Karena pada dasarnya saat mengalami takut, bagaimanapun juga anak sungguh-sungguh merasa ancaman yang nyata, yang perlu segera diatasi, bukan ditertawakan.
  • Kuatkan diri (ego) anak. Jangan melecehkan, mencemooh atau menghina anak saat ia takut. Katakan dengan mantap tetapi menenangkan bahwa, misalnya, ia tidak perlu takut ditinggal sendirian sebentar saja. Ibu atau si Mbak pasti akan kembali, dan seterusnya. Dengan teratasinya rasa takut maka anak juga akan beroleh bonus kepercayaan diri.
Aman kok, dipegangin dan Ayu pun berani naek

Aman kok, dipegangin dan Ayu pun berani naek

Tuh yu bisa kaya spiderman maen jaring

Tuh yu bisa kaya spiderman maen jaring

Minggu kemarin main ke taman lalu lintas, Amira mengajak Ayu naek fyling fox, permainan yang seringkali Ayu hindari, tetapi kejutan minggu kemarin Ayu berani lho naek flying fox, duh emaknya ga lihat, tapi untungnya bapak’e mengabadikannya dengan video.

sumber : http://www.ayahbunda.co.id/Artikel/balita/psikologi/trik.mengatasi.rasa.takut.anak/001/007/648/1/1

12 responses to “Mengalahkan Takut pada Anak

  1. Penting nih buat para ibu

  2. Alhamdulillaah…, tujuh trik yang bagus banget itu, Bund. Makasih banyak ya… telah berbagi melalui postingan ini.

  3. harus pinter merayu juga y bun

  4. Assalaamu’alaikum wr.wb, Dina.

    Bunda senang melihat perkembangan Amira dan Ayu yang kian membesar dengan hebatnya dalam perhatian Dina. Mudahan keduanya menjadi putri yang membanggakan orang tuanya.

    Sewajarnya orang tua mengajar sifat berani dalam diri anak-anak agar bisa bersifat berdikari dan tidak takut mencoba. Biasanya berani harus dipupuk. Tips Dina di atas sangat baik dan sesuai untuk dilakukan.

    Salam sejahtera dari Sarikei, Sarawak.🙂

  5. klo takutnya udah ilang, biasanya ketagihan outbond din hehe

  6. outbond dan flying fox mah permainan yang paling disukai anak-anak saya teh Dina…senengnya ngeliat mereka menikmati permainan ini.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s