Gara-gara Kuku

Suatu hari, di sebuah sekolah dasar di Bandung. Pada pelajaran terakhir, Bu guru mengadakan pemeriksaan kuku secara mendadak. Alin terkejut mendengarnya, mukanya pucat.

“Duh, gimana nih. Aku lupa memotong kuku!” gumam Alin dalam hati. Alin melirik ke teman sebangkunya Mela.

“Mel, kamu sudah memotong kuku?” tanya Alin. “Sudah, donk. Lihat nih, pendek dan bersih!” jawab Mela sambil memperlihatkan kuku tangannya.

Mata Alin tertuju pada kukunya sendiri, hitam, kotor, dan panjang. Alin teringat hari kemarin,

Ia dan teman-temannya bermain tanah seharian. Resah, begitulah perasaan Alin saat itu. Dilihatnya bu guru sudah mulai mendekati bangku tempat duduknya.

“Mel, bilang pada bu guru, Aku ke toilet ya!” pinta Alin kepada Mela sambil bergegas keluar kelas. Bu guru sedang sibuk memeriksa dan tidak memperhatikan Alin keluar. Merasa takut, Alin kemudian berdiam diri di toilet sampai waktunya jam pulang.

“Teng… teng … ,“ terdengar bel pulang bersuara dengan nyaring.

“Ah lega, akhirnya pulang juga!” senyum kemenangan tersungging dari bibirnya setelah sukses terbebas dari pemeriksaan.

 Esok paginya.

“Alin… Alin… ,” suara Mela memanggil dari luar rumah.

Setiap berangkat ke sekolah, Mela terlebih dahulu menyamper Alin. Rumah mereka berdekatan satu sama lainnya.

“Oh, Mela ya. Masuk dulu, Nak!” kata ibu Alin.

“Mela, Ibu minta tolong untuk menyerahkan surat ini kepada bu guru. Alin tidak bisa masuk sekolah karena sakit diare. Sejak pulang sekolah kemarin, Alin mencret terus sampai badannya lemas,” kata ibu Alin.

Sebelum berangkat, Mela menemui Alin terlebih dahulu.

“Cepat sembuh ya, Alin!“ kata Mela.

“Terima kasih, Mel. Ini nih, gara-gara kukuku yang panjang dan kotor. Dokter bilang salah satu penyebab diare adalah kuman yang bersarang di bawah kuku. Memegang makanan tanpa terlebih dahulu mencuci tangan,” kata Alin sambil terbaring lemas.

“Kamu sih, menghindar dari bu guru. Setelah pemeriksaan kemarin, bu guru menjelaskan pentingnya kebersihan kuku bagi kesehatan kita,” kata Mela.

“Iya neh, terbebas dari pemeriksaan yang satu, malah akhirnya tetap saja diperiksa,” kata Alin sambil nyengir.

Sejak kejadian itu, Alin tidak pernah lupa untuk memotong kukunya dan mencuci tangannya terlebih dahulu sebelum makan.

-oOo-

Dongeng diatas diikutsertakan dalam Lomba Menulis Dongeng Anak Nusantara Bertutur 2014.

Ceritanya baru belajar bikin dongeng buat anak, walaupun ga menang tapi seru juga ketika menuliskannya. Dengan mendongeng, kita bisa menyisipkan nilai-nilai kebaikan di dalamnya tanpa kita menggurui.  Dongeng diatas mengajarkan anak untuk mencuci tangan sebelum makan dan menggunting kuku supaya rapih dan bersih.

6 responses to “Gara-gara Kuku

  1. Walau gak menang, yang penting sudah mencoba ya mbak🙂

  2. Assalaamu’alaikum wr.wb, Dina…

    Alhamdulillah, sekurang-kurangnya Dina bisa menulis sesuatu yang bermanfaat untuk didongengkan kepada anak dan orang lain juga bisa menggunakan cerita Dina buat anak-anak mereka. Salut ya. teruskan lagi dengan dogengan lainnya.

    Salam manis dari Sarikei, Sarawak.🙂

  3. dongengnya bermanfaat untuk anak2 mbak

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s