Mengikis Trauma dengan Meditasi

“Belajar motor , kecillll” , itu kata orang yang sudah lihai belajar motor. Lah saya, ceritanya baru mau belajar motor, karena ternyata bisa mengendarai salah satu alat transportasi itu WAJIB, bagi seseorang yang kerjanya mobile (gerak terus). Belajar motorpun dimulai dengan meminjam motor paman yang matic, tapi sebelum belajar ditanya dulu paman ” Bisa sepeda ga? Kalo bisa harusnya cepat belajar motornya”, saya jawab ” lupa-lupa ingat”, sambil nyengir hehe. Saya dan paman langsung meluncur ke sebuah lapangan, ga tau sayanya yang lemot , atau memang belajar motor butuh proses, dalam sehari itu, saya tidak berhasil menguasai motor. Sejak saat itu, latihan pun berhenti, karena paman sedang sibuk.

Belajar motor pun saya lanjutkan setelah suami membeli motor matic, setelah beberapa tahun dari belajar awal. Latihannya ga lagi di lapangan tapi di jalanan komplek rumah. Setelah beberapa hari belajar, Alhamdulillah bisa, serasa “burung bebas dari kandangnya” , lebay.com hehe. Saya pun motor-motoran disekitar komplek rumah.

Sampai suatu hari, suami dari rumah membawa mobil ke bengkel, dan balik lagi kerumah membawa motor ke kantornya untuk bekerja. Sore harinya, suami menjemput saya dari tempat kerja kemudian mampir ke kantor suami hendak membawa mobil ke rumah dan motor ditinggal di tempat kerja. Tetapi saat itu suami berkata “ Bunda saja yang bawa motornya”, sayapun menyetujuinya sambil hati deg-degan, karena belum pernah berkendara ke jalanan rame. Setengah jalan lancar, karena sepi kendaraan, sampai akhirnya tiba di belokan yang berpapasan dengan lalu lintas yang padat, tiba-tiba “gubrak” , antara sadar dan tidak, motor sudah berpindah posisi diatas tubuh saya, tapi setelahnya, saya tetap bisa bangkit dan meneruskan perjalanan ke rumah dengan perasaan yang ga karuan, antara malu dan juga sakit yang belum kerasa. Walhasil, ternyata saya dihadiahi lebam ditangan dan dikaki, yang pulih beberapa hari kemudian, sejak saat itu, ketika mau naik motor, jantung langsung berdegup kencang, tangan gemetaran, dan keringat bercucuran, oh, ternyata saya “TRAUMA”.

Trauma itu belum berhasil saya hilangkan, tapi sedikit demi sedikit saya coba menghilangkan trauma itu, dan akhirnya saya menemukan salah satu solusi menghilangkan trauma, yaitu “MEDITASI”. Dalam artikel “Meditasi : Sebuah Jalan Menghilangkan Trauma Masa Lalu” yang ditulis Indscript Creative sebagai Personal Branding Agency, bahwa berMEDITASI membantu mengikisnya, karena Anda akan dituntut untuk berdamai dengan diri sendiri apapun masalah yang Anda hadapi. Meditasi membimbing Anda menuju jalan terbaik yang harus dituju dan memberikan pengaruh positif pada keadaan di masa yang akan datang. Meditasi membuat Anda menganggap persoalan bukan sesuatu yang harus Anda sesali, melainkan tantangan yang harus Anda lalui. Meditasi mampu membuat Anda kembali mencintai diri sendiri, mendekatkan diri pada Tuhan, dan mengubah hidup Anda lebih positif.

“peace are in” – http://www.adjiesilarus.com

Mengapa meditasi bisa mengubah trauma menjadi lebih positif? Sebab, meditasi membantu Anda melalui aktifitas menenangkan pikiran dan tubuh melalui pernafasan yang mendorong gelombang otak menjadi lebih tenang. Meditasi membuat Anda fokus pada masa kini, bukan masa lalu ataupun masa depan. Ketika ketenangan sudah Anda dapatkan, maka Anda akan lebih menikmati hidup yang Anda jalankan saat ini.

Trauma bisa berbentuk kejadian seperti kecelakaan, kehilangan orang yang disayangi, pelecehan seksual, tekanan dalam kehidupan, putus cinta, mengalami kekecewaan, rasa bersalah yang menghantui, atau berbagai pengalaman negatif lainnya yang mengendap dalam ingatan Anda. Menghapus trauma tidak semudah membalikkan telapak tangan. Butuh komitmen dan konsistensi untuk mengusirnya secara perlahan-lahan sehingga akhirnya tidak ada yang tersisa.

Salah seorang yang sudah mencobanya yaitu Adjie Silarus, adalah Meditator yang sukses mengikis masa lalunya yang buruk melalui metode meditasi yang dilakukan terus menerus. Adjie mencapai titik bahagia bukan karena apa yang akan dia dapatkan di masa depan, tetapi karena apa yang sudah dia dapatkan sekarang dan apa yang telah dia lakukan untuk mengikis trauma masa lalunya. Bahagia bukan semata-mata sebagai akibat tapi bahagia pun menjadi sebab.

Menurut Adjie Silarus, meditasi bukan saja mampu membantu Anda melepaskan diri dari trauma masa lalu, kecemasan serta ketakutan akan hal-hal yang belum tentu terjadi. Meditasi juga akan menuntun Anda meraih ketenangan, optimistis, dan mengubah pikiran negatif menjadi positif.

Monggo, yang mau menghilangkan trauma dengan meditasi, silahkan berguru pada Adjie Silarus. Adjie Silarus membagikan ilmu seputar Meditasi dan Psikologi dalam bentuk pelatihan, seminar, dan konsultasi. Silahkan mengunjungi Facebook (Adjie Silarus Meditator) dan mem-follow akun twitter @AdjieSilarus untuk berkonsultasi, bertanya, atau sekedar menyapa.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s