Berkenalan dengan IGN2011

Bagi  yang tertarik dengan sistem operasi LINUX, tentunya pernah mendengar IGN2011.  IGN singkatan dari IGOS Nusantara adalah sistem operasi open source yang dikembangkan dari Fedora oleh Pusat Penelitian Informatika LIPI. Setiap tahun IGN secara teratur diluncurkan. Versi pertama dirilis tahun 2006 memakai nama IGN 2006, lalu IGN 2007, IGN 2008 dan seterusnya. Saat ini (tahun 2011) akan rilis IGN2011.

Beberapa minggu ini,  lagi anteng ngoprek IGN2011, dari mulai partisi, install, dan mencoba memasang paket/aplikasi yang tersedia sesuai kebutuhan. Saya sedang mencoba migrasi dari Windows ke Linux.

IGOS Nusantara tersedia dalam dua jenis yaitu jenis LiveCD dan Instalasi.

IGOS Nusantara LiveCD dapat langsung digunakan tanpa perlu melakukan instalasi atau pemasangan ke harddisk. Penggunaan LiveCD cukup mudah, masukkan LiveCD ke CDROM Drive, lalu lakukan booting dari LiveCD. Setelah LiveCD memunculkan Desktop, pengguna dapat langsung melakukan aktifitas mengetik, memutar file audio dan video, mengakses Internet dan sebagainya. Jika pengguna ingin memasang LiveCD ke harddisk, tersedia aplikasi “Instal ke Hard drive” yang akan melalukan proses instalasi dari LiveCD.

IGOS Nusantara DVD instalasi berfungsi untuk melakukan instalasi ke harddisk dan sekaligus sebagai gudang aplikasi atau repositori. DVD instalasi menyediakan beragam pilihan instal, pilihan instalasi default (paling atas atau nomor satu) akan memasang paket atau aplikasi seperti yang ada di LiveCD, pilihan default ini akan menghasilkan sistem yang hampir sama dengan proses instal dari LiveCD. Pilihan berikutnya di DVD instalasi adalah instal memakai desktop GNOME Plus, KDE, dan LXDE. Pilihan GNOME Plus akan memasang aplikasi seperti pada pilihan default ditambah aplikasi lainnya.

Tahap awal menggunakan IGN2011, saya menggunakan LiveCD, di IGN2011 terdapat fasilitas untuk partisi hardisk seperti halnya partition magic di windows, yaitu Gparted. Pada tahapan partisi ini, saya akan partisi untuk Dual Boot yaitu instalasi pada hardisk yang telah terisi sistem operasi windows lalu ditambah sistem operasi kedua yaitu IGOS Nusantara dikenal dengan istilah dual boot.

IGN 2011 sebaiknya dipasang dengan membuat tiga partisi, yaitu :
– Partisi root “/ “, yaitu direktori paling atas di Linux.
– Partisi swap, sebagai memori virtual. Swap ini di Windows berupa file.
– Partisi Home, untuk menampung data pengguna.

IGOS Nusantara pada hardisk yang ruang kosongnya besar, misal tersedia 20 GB atau lebih. perlu tiga partisi, yaitu :
1. Partisi untuk swap : 1 GB
2. Partisi untuk “/” atau root : 9 GB
3. Partisi untuk home : 10 GB atau lebih

Untuk kondisi hardisk yang saya gunakan dengan kapasitas 160 GB, saya mempartisinya sebagai berikut :
Untuk windows, saya partisi untuk 3 Drive :
Sistem (drive C) 20 GB, Master (drive E) 40 GB, Data (Drive F) 40 Gb, nah sisanya sekitaran 40 GB lebih, saya pakai untuk LINUX, sebagai berikut ( Root 10 Gb, Swap 2 Gb, Home sisanya).

Tahapan Penting mengubah partisi adalah :
1. Membuat backup data
2. Membuat backup data
3. Membuat backup data

Berikut tampilan Partisi untuk hardisk saya :

Setelah dipartisi, siap deh diisi sistem operasi Linux, saya memilih install memakai dektop LXDE, yang versi ringan ( hanya sedikit paket yang dipasang), karena saya coba dekstop GNOME (banyak paket terpasang), error saja komputernya, ada masalah dengan hardware, biasanya VGA😦

Berikut hasil instalasi LXDE nya, horee berhasill ^_*

Bagaimana tertarik mencobanya distro linux buatan anak bangsa ini ? monggo.

Informasi lengkapnya :
http://igos-nusantara.or.id/
http://igos-nusantara.or.id/wiki/Halaman_Utama

10 responses to “Berkenalan dengan IGN2011

  1. Saya belum tertarik untuk pake Linux, mungkin belum ada motivasi pas buat pindahan😀

  2. hebat bunda😀 … tetap semangat mendalami linux … rupanya LXDE tidak kalah indah … saya nanti pengen coba ah …. mengenai koneksi, di LXDE ada network manager yang mudah seperti GNOME tidak?

  3. saya juga pakai dua SO bun di laptop

  4. Oh, saya tahunya IGN yang ini, IGN entertainment.:mrgreen:

  5. hehe. semoga aja😉

  6. waaahh, perlu segera di contoh ni bund.. semangat semangat, semoga betah di linux..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s