Jangan Marah Ya Bunda

Pulang kerja Ayah dan Bunda disambut krucil-krucil yang jingkrak2 senang melihat kedatangan kami dan tiap anak nyerocos memberi laporan apa yang sudah dilakukan seharian  padahal belum juga kaki ini melewati pintu rumah. ” Bunda, mba dah gambar ini !, Mba tadi maen sepeda sama nabil!, Mba udah mandi lho!, dll”, lain lagi dengan ayu ” Bunda, dede sudah mandi, harum ga, cium baju ayu neh!, Bunda, gendong!”. Lelah pun jadi tidak terasa lagi melihat keceriaan anak-anak.

Memasuki rumah, terlihat beberapa kertas dan pinsil warna berserakan di karpet. Bunda pun tidak ambil pusing melihat kertas dan pinsil warna berserakan langung masuk ke kamar menyimpan tas dan bawaan lainnya,  tak lama kemudian datang Amira berkata ” Bunda, jangan marah ya!”. Bunda pun keheranan,” Jangan marah kenapa?”. ” Mba pasti ngeberesin kertas sama pinsilnya, tapi sekarang Mba mau ngasih hadiah buat Bunda, tunggu bentar ya diambilin dulu!” jawab Amira. hehe, ternyata si anak inisiatif ngomong duluan sebelum direcokin Bundanya supaya ngeberesin. Bunda bukannya marah tapi mengajarkan kalo sudah maen harus dibereskan ke tempatnya, supaya barangnya tidak tercecer dan kalo sudah rapi tempatnya bisa dipake maen yang lain. Mengajarkan disiplin!.  Anak juga ternyata perlu contoh, jadi ketika menyuruh membereskan maenan, jangan asal nyuruh saja, tapi orangtuanya pun nimbrung membereskan, membantu si anak. Jangan lupa kata “TOLONG” ketika meminta anak mengerjakan sesuatu, supaya ketika giliran anak meminta bantuan orangtuanya atau pengasuhnya, memberikan sikap yang sopan. Kelihatannya sepele tapi itu berarti ke perilaku anak kedepannya.

” Bunda, ini hadiahnya” seru Amira. Mata bunda pun tertuju ke kertas pemberian Amira terlihat coretan2 berupa mobil, burung dan lain-lain.    ” Makasih yah Nak, mba memang pinter ya” seru Bunda. Ucapan “TERIMAKASIH”  dan “PUJIAN” pun jangan lupa diberikan ketika si anak yang terlah berbuat sesuatu yang baik, mengerjakan yang disuruh, dan lain-lain. Singkat ucapannya tapi berarti sekali buat anak.

Lukisan Amira

11 responses to “Jangan Marah Ya Bunda

  1. Allisa Yustica Krones

    Lukisan Amira bagus banget, mbak… Pinter yah Amira, apalagi pake ngomong jangan marah ke bundanya karena sadar belom beresin bekas mainannya🙂

  2. Amira baru 4 tahun, gambarnya dah bagus begitu yach…

  3. Wah… gambarnya lucu😀
    Biasanya gambar anak2 punya kosep cerita ya, Mbak..
    Kira2 konsep gambar ini apa ya…?😀

  4. kecil tapi bararti besar buat anak ya bun

  5. wahhh lukisannya keren bun…..amira sekarang umur brp? udah sekolah blm? kayak anak2ku nech…cewek semua hehehe

  6. Dengan hadiah itu saja susah menyejukkan hati para ibu kan Bun….
    Benar kita emang harus mengajarkan anak2 untuk kata Tolong bila ingin minta bantuan agar sianak terbiasa.
    Amira seperti Dini…selalu melontarkan banyak pertanyaan bila ayahnya pulang kerja..padahal baru aja buka pintu depan.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s