3 Sen buat Anak Kita

Sosok itu beberapa kali mengunjungi rumah maya saya dan sebagai tetangga yang baik saya mengunjungi balik rumahnya. Saya mendapati rumah sosok itu penuh dengan bacaan menarik dan inspiratif. Dari bacaannya , sedikitnya saya mengetahui bahwa sosok itu, seorang penulis sekaligus seorang ayah bagi anak-anaknya. Dua peran dalam diri sosok itu, telah melahirkan tulisan yang apik menggambarkan kehangatan hubungan Ayah dan anak.

Sosok itu menulis, Anak : Mutiara Kehidupan. Saya sangat sepakat dengan tulisan sosok itu. Kata “mutiara” telah menjadi metafora untuk sesuatu yang sangat berharga. Bagi sosok itu, anak adalah mutiara, yang bisa diartikan anak adalah titipan harta yang paling berharga yang harus dijaga, dirawat dan dididik agar menjadi penyejuk hati. Ketika sepasang kekasih dianugerahi anak, hendaklah bersyukur dan kehidupannya tidak boleh disiakan. Berikanlah 3 sen buat anak kita, 3 sen yang akan memberikan kenyamanan buat anak-anak kita. 3 sen tersebut adalah sentuh, senyum, senang. Sentuhan, anak akan merasa bahwa dirinya dicintai, diperhatikan dan disayangi oleh orangtuanya, hal ini pun tidak perlu menghabiskan banyak waktu, yang paling penting adalah kontinuitasnya. Sentuhan ini bisa lewat belaian dan dekapan, ciuman, kata-kata lembut, atau tatapan mata. Sosok itu pun telah melakukannya dan menyarankan “Apabila ada waktu lima menit, manfaatkanlah untuk bersentuhan dengan mereka. Apabila ada waktu satu menit, pergunakan untuk mengenal mereka”.  Senyuman, bisa membuat anak-anak senang, bahagia dan memberikan perasaan tenang, damai, pokonya banyak hal indah tentang senyuman ini. Sosok itu pun telah “tersenyum dan berimajinasi dengan anak-anaknya”. Senang, ini bisa diekpresikan dengan  berbagai hal, seperti halnya sosok itu senang “bermain dengan anak-anak meski sempit sekali waktunya”. Berikan sentuhan, berikan senyuman maka buah hatipun akan senang.

Sikap kasih sayang dan kelembutanlah, sebenarnya, yang memungkinkan anak menjadi dekat. yang memudahkan mereka menerima petuah dan didikan orang tuanya dan beruntung sekali sosok itu begitu dekat dengan anak-anaknya, Bibin dan Anin. Sosok itu juga menekankan betapa pentingnya kerjasama seorang ibu dan seorang ayah untuk berbagi kerja mengurus anak-anak yang dilandasi keihklasan dan kasih sayang.

Sosok itu pun mengetahui bahwa manusia tempat dosa dan lupa sehingga sosok itu menyelipkan pesan inspirasi untuk bisa kita renungi,

We are guilty of many errors and faults, but our worst crime is abandoning our children, neglecting the fountain of life. Many of the things we need can wait. The child can not. Right now is the time his bones are being formed, his blood is being made and his senses are being developed. To him we can not answer “tomorrow”. His name is “today”. ~ Gabriela Mistral (Nobel Sastra 1945)

Banyak kekhilafan dan kesalahan yang kita perbuat, namun kejahatan kita yang paling nista adalah kejahatan mengabaikan anak-anak kita, melalaikan mata air hayat kita. Kita bisa tunda berbagai kebutuhan kita. (Tetapi) kebutuhan anak kita, tak bisa ditunda. Pada saat ini tulang belulangnya sedang dibentuk, darahnya dibuat, dan susunan syarafnya tengah disusun. Kepadanya kita tak bisa berkata “esok”. Namanya adalah “kini”. ~ Taufiq Ismail

Membaca tulisan sosok itu, saya jadi teringat anak-anak, apakah saya sudah memberikan 3 sen buat mereka, dan apakah saya sudah optimal dalam menjaga, merawat dan mendidik mereka, yang pasti saya sedang berusaha menjadi Ibu yang terbaik buat mereka. Tulisan sosok itu diatas hanya sebagian dari cerita hangatnya seorang ayah dengan anak-anaknya, masih banyak tulisan sosok itu yang bisa diambil hikmah dan pembelajarannya.

Tulisan ini dibuat sebagai partisipasi Kuis Bang Aswi.

26 responses to “3 Sen buat Anak Kita

  1. Sayang tidak semua anak mendapat tip seperti itu dari orang tuanya.
    Sedihnya kelak nanti mereka jadi orang tua akan pelit alias tidak mampu memberikan kasihsayang yang demikian berarti itu kepada anak-anaknya.
    Bersyukurlah kita yang memiliki kesadaran seperti itu, karena mendapatkan dari orang tua kita yang bijak, lalu mewariskannya kepada anak cucu kita nanti.
    Warisan yang lebih bernilai dari tumpukan dan timpukan harta ke benak mereka yang hampa dari didikan dan kasih sayang.
    Salam pencerahan !

  2. Mantap Mbak postingannya… tak kira ‘Sen apa, ternyata SENtuhan, SENyuman, dan SENang toh… hehe…
    moga menang deh kontesnya Mbak…

  3. Ternyata 3 sen-nya adalah sentuh, senyum dan senang😀
    Semoga sukses pada Kuis Bang Aswi ya, Mbak🙂

  4. Ya ampuun.. Maanis banget postingannya. Jadi pengen pulang nih (kangen anakku). Moga 3 sen untuk Valeska bisa diberikan tiap hari meski sempit waktunya (terharu).
    Makasih udah diingetin, Bund….
    Love u!

  5. Diiin…bagus banget yang ditulis di posting ini!
    Hari ini, saya sudah memberikan 3 sen belum ya buat anak saya?
    Hehe, berhubung kami tinggal di beda kota, sekarang saya mau telpon Risa dulu ya…makasih udah diingetin…😉

  6. 3 sen yang sangat menarik, bunda, hatur nuhun telah berpartisipasi dalam Kuis Bang Aswi ^_^

  7. Sentuh, senyum, dan senang… Sepertinya bakal Denuzz ingat selalu sampai nanti Denuzz punya anak… hehe

    Salam sayang dari BURUNG HANTU… Cuit… Cuit…

  8. tidak ada hal lain yang akan diberikan oleh orang tua kecuali mengharapkan yang terbaik tuk semua anak2nya.

  9. Bagus banget..spechless dech

  10. Semua ingin menjadikan anaknya menjadi anak yg terbaik ya bun

  11. Sukses ya Bun ma kontesnya.
    Moga menang..

  12. Selalu memberikan yang terbaik buat anak adalah kewajiban orang tua,ya hal-hal sederhana seperti Abi Sabilia ungkapkan sangat2 menyentuh banget..

  13. Berikan sentuhan, berikan senyuman maka buah hatipun akan senang. Betul sekali, hal sederhana yang berarti besar bagi mereka. Sukses untuk kontesnya ya

  14. Ibu yang selalu memberi yang terbaik buat anaknya…meskipun masih ada aja yang tega buat ngejahatin anaknya..dan semoga kita tidak termasuk di dalamnya ya Bun…
    Saya selalu berusaha untuk yang terbaik meskipun terkadang suka gak sabar dan mengabaikan permintaannya…tapi akhirnya nyesel kalau lihat anak udah tidur.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s