Anak Ditinggal Dinas Keluar Kota

Bunda ninggalin Anak2 dinas keluar kota, Oh No …………….

Ini pertamakalinya Bunda harus ninggalin anak2 keluar kota beberapa hari, biasanya kalo keluar kota pulang pergi, jadi tidak menginap. Rasanya berat, sedih, khawatir, ga karuan deh perasaan, tetapi ini harus dilakukan, resiko ibu bekerja. Ada beberapa cara untuk membuat kondisi ini menjadi lebih baik dan meringankan :
1. Jauh2 hari memberitahukan rencana kepergian dan mengajak anak2 berbicara kenapa Bundanya harus keluar kota, dan mencoba meyakinkan anak2 walaupun Bundanya pergi tetap ada Ayah yang menjaga.
” Mba, Bunda mau pergi ngantor yang jauhhh, nanti ga boleh rewel ya, kan ada Ayah yang nemenin, jagain de Ayu  ya”
Amira bertanya ” Perginya kemana bun, kok jauhhh, Mba mau ikut Bunda saja deh”

Lain Amira (4 tahun) lain dengan Ayu (2 tahun)
” De ayu, bunda nanti mau pergi ya, nanti ga boleh rewel ya”
Ayu hanya melihat bunda sebentar, kemudian sibuk dengan maenannya lagi.

Bunda coba membicarakan kepergian bunda disetiap kesempatan, ketika bermain atatu menjelang tidur.

2. Sebelum keberangkatan gunakan waktu sebaik2nya bersama anak2. Sebaliknya, saat dalam perjalanan dinas, Bunda coba pusatkan energi pada pekerjaan. Ada yang bilang jika kita terlalu mengkhawatirkan anak2, anak2 akan rewel dan kerja jadi tidak fokus.
3. Membicarakan dengan suami, apakah anak2 dititip neneknya atau tetap dirumah, dan suami menyanggupi untuk mengurus anak2 ketika malam, karena siangnya diasuh oleh pengasuh ( Selama ini Bunda mempekerjakan pengasuh yang pulang pergi, tidak menginap di rumah). Alhamdulillah suami termasuk yang telaten juga mengurus anak2 mulai dari mandiin, ngasih makan, dan mengajak maen, jadi Bunda tidak khawatir meninggalkan anak2.
4. Untuk mengobati kerinduan , bisa menggunakan telepon untuk selalu berkomunikasi dengan anak2, apalagi kalo ponselnya dilengkapi 3G selain mendengar suaranya bisa melihat wajahnya, tapi Bunda saat ini punya ponsel seadanya saja🙂 , bisa juga dengan melihat foto2nya dan video anak2 di ponsel
5. Ketika Bunda pulang dinas, bunda menyempatkan membelikan oleh2 berupa kuda2an ( lupa belum difoto) , anak2 langsung berjingkrak gembira, duhh senengnya melihat kembali keceriaan anak2, walaupun baru sampe, letih dan lelah  menguap begitu saja.

Setelah Pulang, Bunda menanyakan ke Ayah, bagaimana anak2 selama ditinggal Bunda pergi. Ayah bilang kalo Amira ga terlalu rewel karena sudah lumayan mengerti, nah kalo Ayu, karena terbiasa tidur ama Bundanya, kata Ayah malam2 Ayu terbangun dan keluar dari kamar mencari2 Bunda sambil menangis, dan Ayu tertidur kembali setelah cape menangis dan dialihkan dengan bermain sebentar.

Ada juga sih hikmahnya ketika meninggalkan anak2 keluar kota, merasakan yang namanya “RINDU” dan melibatkan Ayah dalam fase ini, memperlihatkan bahwa seorang Ayah juga harus berperan.

Bagaimana pengalaman temen2 sekalian, mungkin ada yang bisa ditambahkan ??

34 responses to “Anak Ditinggal Dinas Keluar Kota

  1. waaah kasihan Ayu yaaa…
    alhamdulillah bapaknya telaten ngurus anaknya tuh
    bapak jempolan Mbak…

  2. Bener sih bun,seperti itulah yang saya rasakan 4 Tahun yang lalu saat masih aktif bekerja,tapi demi anak juga kita tetap harus ninggalin mereka,salam kenal dari bandung ya bunda

  3. Kita perlu belajar meninggalkan mereka, karena sekali waktu mereka yang akan pergi mencari hidupnya tanpa kita.
    Tulisan yang bermanfaat.
    Salam !

  4. blm bs koment banyak bunda.. soalnya saya masih lajang dan blm beristri bahkan punya anak…
    tp saya dulu juga sering ditinggal ayah ibu.. jadi sekarang gini deh… sudah terbiasa tanpa kasih sayaang setiap saat..
    tp ada untung ruginya sih😦

  5. Allisa Yustica Krones

    Saya belum pernah nih mbak ninggalin anak. Biasanya kalo dinas malah anak saya bawa2, hehe. Tapi yah, itu dia cepat atau lambat pada akhirnya saya juga harus bisa ninggalin anak dalam rangka dinas, makanya tks a lot ya mbak buat tips nya🙂

  6. Saya juga sekarang merasakan hal yang sama bunda, saya bisa ketemu dengan anak saya hanya setiap jumat-minggu. Selebihnya saya dipisahkan oleh jarak akibat pekerjaan

  7. Meninggalkan anak memang sulit. Kalau kita egois, bisa ditinggalkan begitu saja. Tapi memang tidak semudah itu. Perlu perencanaan matang. Bahkan, kendati matang sekalipun tetap saja kita waswas dan langsung menelepon anak-anak sedang ngapain. Selamat bertegang-tegang … ^_^

  8. Saya sih belum merasakan, Mbak…
    Tapi teman2 saya yang sudah berkeluarga berasa banget. Bayangin aja, sebagai perawat mesti sangat sering meninggalkan anak di malam hari…
    Untunglah lama2 udah terbiasa…

  9. assalamu alaikum…

    salam kenal dari sulsel bunda… kunjungan perdana ditinggu kunjungan baliknya ke rumah saya ^_^

  10. saya juga kalau meninggalkan anak jadi khawatir,takut terjadi apa apa di rumah.sesibuk apapun saya sempatkan telepon rumah, tanya lagi ngapain, rewel apa tidak.
    makasih bunda sudah berkunjung di blogku……🙂

  11. Assalaamu’alaikum wr.wb mbak Dina.Thea..

    Sudahnya bunda yang tersentuh dengan tulisan Dina kok. Kalau Dina hanya punya pengalaman beberapa hari, bunda punya pengalaman 2 tahun berjauhan dengan anak2 kerana melanjutkan pengajian S2 di Semenanjung Malaysia yang hanya terjangkau dengan kapal terbang sahaja. Ketika mula belajar, anak paling kecil umurnya 2 tahun sudah jadi 4 tahun ketika tamat belajar.

    Hanya Allah sahaja yang tahu rasa kerinduan yang tak tertanggung. benarlah dengan segala tips2 yang Dina maklumkan di atas. Bunda setuju kerana bunda juga menggunakan cara yang sama agar anak memahami kenapa mereka terpaksa berjauhan dengan bundanya.

    Malahan beruntung kerana si ayah sangat memahami kondisi yang sedang berlaku dan membantu dalam menguruskan anak2 selamat tempoh 2 tahun tersebut. Sungguh jasanya tidak terbalas sampai mati. Airmata ini sudah jadi mainan setiap hari. Cuma tidak berenang dalam kolam airmata aja.😀

    Tahniah dan salut unuk pengalaman yang telah dilalui oleh Dina. Salam manis dan sayang selalu dari bunda buat Dina.

  12. anak mesti ngerti kalo ditinggal pergi nyokap ama bokapnya…

  13. Memberikan penjelasan sederhana pada anak memang harus dilakukan, Din. Mereka juga harus diajarkan buat bisa menjadi anak yang mandiri, dan mengerti bahwa bapak dan ibu itu bekerja buat masa depan mereka🙂
    Obat kangen memang telpon ya, suara mereka selalu bisa mengobati kerinduan saya…

  14. Aku pernah waktu yang kecil 1.5 taun setengah, ditinggal semalam pindahan….gak pa pa aman2 ajah, intinya kita dah siapin kebutuhannya….dan gak usah khawatir..insya allah smuanya lancar dech

  15. tapi untunglah jaman sekarang sudah ada hp 3g, sehingga telepon sambil melihat wajahnya

  16. Sama persis Susi, nih. Minggu lalu dinas keluar kota. Baru tahu, ada lubang2 di hati kala jauh dari keluarga.
    Salam kenal, mbak.

  17. teh din, makasih tipsnya🙂

  18. aku belum pernah bun,tapi pernah pascal neneknya nginep, rasanya ada yg hilang

  19. Salam…
    Pagi Bunda…bener bun, saya pernah juga ninggalin dini 2 hari waktu itu, kasihan rasanya karna dia apa2 selalu sama saya meskipun dia dekat dgn ayahnya tetapi gak bisa bila gak ada saya karna itu dia sakit ketika di tinggal. Saya jadi gak tegaan kalau mau ninggalin dia lagi…
    Amira jadi kakak yang baik…bisa jaga adek ya.
    Bunda ada Award di sini ambil ya..http://barbiedini.blogspot.com/2011/02/award-untuk-sahabat.html

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s