Anakku sayang, Anakku malang

“ Anak demam, Anak Batuk, Anak Mencret, Anak Muntah” hal-hal seperti itu yang seringkali membuat was-was orang tua, hal itu pun seringkali saya alami. Amira demam itulah saat saya was-was, kenapa? Karena Amira bisa kejang-kejang. Pertama kali Amira kejang ketika usia 1 tahun 9 bulan, dan menurut dokter kejang-kejang ini bisa terulang kembali kira-kira sampai usia Amira 5/ 6 tahun. Saat ini usia Amira 4 tahun, tercatat telah 3 kali kejang, hiks, sedihnya melihat Amira kejang-kejang. Apa karena saya lalai memberikan obat, hingga Amira kejang-kejang? Mungkin ini pembelaan saya, Amira ketika demam susah makan obatnya, malah dimuntahin, walhasil demamnya makin tinggi.

Sejak saat itu, saya sering baca-baca mengenai kejang pada anak, hal-hal apa saja yang membuat itu terjadi, cara penanganannya bagaimana, tapi tetap saja pas prakteknya, saking paniknya, ada hal-hal yang terlupakan.

Untuk Amira sendiri, saya seringkali mengajak bicara , “ Mba, kalau demam, tolong bantu Bunda, makan obatnya dan ga boleh dimuntahin yah”, “ Mba, jangan bikin bunda sedih donk, jangan masuk ke rumah sakit lagi ya” sejauh ini Alhamdulillah Amira menurut.

Selain pengetahuan tentang kejang harus diketahui, saya coba tahu juga penyebab demam itu sendiri, salah satunya Amira terkena indikasi Amandel. Amandel terjadi karena bakteri/virus yang sumbernya bisa jadi lingkungan sekitar, bisa juga karena kebersihan dirinya kurang terjaga, atau dari makanan/minuman yang bisa merangsang iritasi. Amira pun diajarkan untuk mencuci tangan sebelum makan, agar kuman-kuman yang menempel di tangan tidak masuk ke mulut, diajarkan pula untuk menggosok gigi setelah makan supaya tidak menjadi sarang kuman, menutup mulut/hidung ketika batuk/bersin dan mencoba mengurangi mengkonsumsi makanan atau minuman yang bisa merangsang iritasi (es krim, permen, coklat, snack gurih).

Akhirnya seringkali Amira kalau makan sesuatu suka berkata ” “Bunda, boleh ga makan eskrim?, “Bunda boleh ga makan permen?”

Mungkin awalnya sih kelihatan kejam buat anak karena banyak dilarang, tetapi ini untuk kesehatan kedepannya. Semoga Amira selalu sehat. Aamiin

Artikel Terkait :
Ketika Amira Kejang
Amandel Pada Anak

Artikel ini diikutsertakan dalam Kontes Aku Ingin Sehat

18 responses to “Anakku sayang, Anakku malang

  1. Terima kasih untuk infonya. saya sebarkan ke teman teman saya
    sempatkan mengunjungi website kami . sukses selalu!

  2. asal segera diturunkan demamnya, InsyaAllah ga kejang mbak.. mudah2an Amira selalu sehat..🙂

  3. Dulu kalau anak udah mulai sumeng (hangat) aku langsung kasih penurun panas, dan jaga supaya nggak panas tinggi. Trims mbak Dina udah ikutan kontesnya Akin.

  4. Ngontes juga nih bun??? sukses di kontes kakakakin bun…🙂

    moga kakak gak sakit2 lagi, seger buger, dan makin pinter..🙂

  5. semoga amira selalu sehat
    paling takut kalo ada anak yang kejang karena udah 2 anak temenku meninggal karena kejang😦

  6. sukses kontesnya bunda..

  7. saya juga takut kalau wildan kejang ketika demam. tapi alhamdulillah putra saya gk pernah kenjang. semoga anak kita selalu diberi kesehatan ya bun..

  8. sukses ya dengan kontesnya. semoga Amira sehat selalu

  9. Moga sukses ikutan kontesnya.

  10. Paling sedih kalau anak sakit ya bun, walau cuma sakit demam. Semoga Amira selalu sehat ya. Dan semoga menang di kontes🙂

  11. Kasihan banget pas ngelihat anak kecil yang kejang😦

    Terima kasih atas partisipasi Sahabat pada Kontes Aku Ingin Sehat. Sudah dicatat dalam daftar peserta🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s