Kenali Gaya Belajar Anak Anda

Tahukah anda bahwa pendidikan di sekolah kebanyakan hanya diperuntukkan pada gaya belajar tertentu saja ? Anak-anak yang mempunyai gaya belajar yang berbeda dengan standard di sekolah, bisa dicap bodoh, gak perhatian, gak kreatif, dan berbagai cap negatif lainnya. Masalahnya jika si anak tahu bahwa orang lain menganggap dia begitu (negatif), besar kemungkinan si anak menjadi tak percaya diri dan akan terbawa oleh cap negatif itu hingga tumbuh kelak.

Jika anda pernah menonton Bowling For Columbine yang disutradarai oleh Michael Moore, disana terdapat cuplikan yang menunjukkan bahwa sistem pendidikan di USA mengatakan  jika si anak gagal di sekolah, akan gagal seumur hidupnya. Ini hanya satu contoh, karena sistem pendidikan di seluruh dunia hampir punya standard yang sama. Nah, anak-anak yang sudah di cap “gagal” akhirnya drop-out dari sekolah dan menjadi pengacau. Repotnya lagi, anak-anak tertentu yang mempunyai disposition ingin mencari perhatian (Performing disposition-insya Allah akan dijelaskan lebih lanjut), lalu mendapat akses kemudahan mendapatkan senjata berapi seperti yang berada di negara bagian tempat kota kecil Columbine berada, akhirnya melakukan tindakan diluar akal manusia normal. Maka tidaklah mengagetkan jika terjadi tragedi berdarah di suatu sekolah Columbine, USA pada tahun 1994. Sekelompok anak yang menjadi anggota sebuah gang, masuk ke sekolah tersebut sambil menyembunyikan senjata berapinya di jas panjanganya, lalu dengan sembarangan menembakkan 900 peluru ke seluruh penjuru kafetaria pada jam makan siang. Kisah ini bisa anda baca di bagian review film ini disini.

Anak-anak muda ini merasa bahwa toh hidup  mereka sudah dicap bakal gagal sejak mereka masih sekolah, maka mereka tak merasa bersalah jika kelak masuk penjara karena membunuh sekenanya. Sebuah “bunuh diri” akibat merasa “gagal seumur hidup” karena kegagalan saat dulunya masih sekolah.

Intinya, hanya karena gaya belajar si anak tidak sesuai dengan gaya belajar yang diajarkan di sekolah, anak-anak bisa menjadi tak percaya diri dan  jika mendapat pengaruh negatif (baik dari pergaulan, apalagi ada sarana menjadi negatif), anak-anak yang tersebut bisa membuat masyarakat sekitarnya rugi sendiri.

Alangkah baiknya jika kita mencoba merubah paradigma kita, bahwa jika anak-anak tidak “sukses” di sekolah, mereka tetap bisa sukses dalam hidupnya, sesuai jalannya masing-masing. Langkah awal untuk merubah paradigma ini adalah mencoba mengenali beberapa hal yang mempengaruhi gaya belajar anak. Percayalah, anda akan menilai gaya belajar diri anda sendiri, baik saat masih sekolah dulu hingga sekarang. Dengan mengenali gaya belajar yang berbeda-beda, kita bisa memahami dan akan lebih mudah berkomunikasi serta menjalin silaturrahmi dengan orang yang berbeda dengan kita, tanpa merasa ada yang aneh atau berbeda pada diri orang lain. Bukankah Rasulullah SAW menyuruh kita untuk tetap belajar apapun dari buaian ibu hingga nyawa sampai di kerongkongan ? Maka tidak ada salahnya mengenal gaya belajar yang berbeda, baik untuk anak kita maupun untuk kita sendiri (apalagi yang belum punya anak).

Ada 5 Aspek Yang Mempengaruhi Gaya Belajar :
1. Disposition :
Yaitu apa yang bisa dilihat dari luar oleh orang lain pada diri kita (atau apa yang bisa kita lihat ada pada anak kita sejak dia lahir). Ada 5 disposition yang perlu kita tahu :

Disposition (1) : PERFORMS
Disposition (2) : PRODUCE
Disposition (3) : INVENTS
Disposition (4) : RELATE/INSPIRE
Disposition (5) : THINK/CREATE

2. Bakat : Ada kurang lebih 12 macam bakat yang sering kita jumpai yaitu :

  • Music
  • Math-logic
  • Mechanical reasoning
  • Word-language reasoning
  • Spatial
  • Body Coordination
  • Interactive-self
  • Interactive-others
  • Interactive-animals
  • Interactive-nature
  • Humor
  • Life enhancement.

3. Interest : Ini berbeda dengan bakat biarpun banyak yang salah duga. Misalnya : anak yang suka menyanyi belum tentu berbakat menjadi penyanyi. Interest yang dimiliki anak bisa pada bidang-bidang tertentu (ini sebabnya dianggap sama dengan bakat), misalnya olahraga, musik, dsb; tetapi juga interest anak yang melibatkan dia aktif di komunitas tempat dia berada baik di sekolah, rumah, dsb. Banyak orang tua yang buru-buru mengkursuskan anaknya karena dianggap berbakat pada bidang tertentu, padahal dia hanya pada tahap interest saja. Maka jangan heran jika tiba-tiba si anak tidak mood lagi ikut kursus padahal awalnya suka sekali dan tampak menikmatinya.

4. Modality : yaitu cara terbaik seorang anak untuk memproses informasi. Banyak orang mengira modality sama dengan gaya belajar, padahal modality hanyalah salah satu aspek yang mempengaruhi gaya belajar saja. Disini dibedakan antara :

  • Auditory (baik mendengar maupun bicara),
  • Visual (gambar atau tulisan),
  • Tactile-Kinesthetic (sentuhan, sketsa, gerakan tubuh dan menulis).

5. Environment : adalah kondisi lingkungan yang paling disukai anak yang membuat dia bisa belajar lebih baik. Terdiri dari :

  • Suara (ramai/tenang)
  • Posisi (berdiri, duduk di kursi, tiduran, dsb)
  • Interaksi (harus ada orang, dengan hewan kesayangan, sendiri, dsb)
  • Cahaya (suka belajar di luar dengan cahaya natural matahari, atau cahaya lampu tertentu, harus terang atau redup, dsb)
  • Makanan (suka ngemil ditengah-tengah belajar, harus dalam keadaan kenyang atau tak harus sudah makan saat belajar, dsb)
  • Warna (warna favorit membuat si anak makin semangat belajar)
  • Waktu (ada anak yang lebih bisa konsentrasi belajar di malam hari, ada yang di pagi hari, dsb).
  • Suhu (dingin atau panas), dsb

Nah, dari kelima aspek tersebut bisa anda perhatikan bahwa setiap aspek ada hal-hal yang lebih mendetil yang mempengaruhi gaya belajar anak anda. Nanti insya Allah saya akan coba jelaskan satu demi satu dilengkapi quiz yang bisa anda terapkan pada anak anda (khususnya bagi yang sudah sekolah) bahkan pada diri anda sendiri, lalu melihat hasilnya dan dicocokkan dengan penjelasan dari buku Discover Your Child’s Learning Style.

Sebagai contoh, anak yang hanya bisa berkonsentrasi belajar di tempat yang sepi, akan kesulitan belajar di kelas yang teman-temannya suka bicara. Anak yang punya tipe Auditory modality akan kesulitan memahami suatu persoalan, sebelum dia membacanya keras-keras. Pernah ingat salah satu teman anda yang suka belajar sambil membaca keras-keras ? Mungkin anda akan terganggu oleh keberisikan dia, dan anda punya gaya belajar yang berbeda karena anda hanya bisa konsentrasi saat semuanya tenang dan sepi. Bayangkan jika semua anak dengan berbagai keunikan belajarnya harus belajar dengan cara yang sama di kelas yang sama. Wajar jika hanya kurang lebih 3 dari 35 murid di satu kelas, yang selalu mendapat ranking tinggi. Mereka adalah tipe pelajar yang memiliki tipe disposition jenis Produce dan Modality-nya pada auditory, krn inilah cara mengajar yang diajarkan di sekolah pada umumnya. Sebaliknya anak-anak yang memiliki disposition model Perform, membutuhkan banyak gerak; dia akan mendapat nilai tinggi pada saat jam olahraga, anak yang bertipe Invent akan mudah belajar di laboratorium.

Got a picture here ?

Ok, insya Allah kita akan membaca satu persatu dari kelima aspek yang mempengaruhi gaya belajar setiap anak (dan mungkin anda sendiri !!!).

Related topics :
Anak “bermasalah” di sekolah ? Jangan salahkan anaknya dulu deh.
Tipe Disposition manakah anak anda ?
Preschool Assessment for Disposition
Disposition (1) : PERFORMS
Disposition (2) : PRODUCE
Disposition (3) : INVENTS
Disposition (4) : RELATE/INSPIRE
Disposition (5) : THINK/CREATE

sumber : disini

9 responses to “Kenali Gaya Belajar Anak Anda

  1. Pembahasan yang lengkap sis… Pera orang tua sangat diharapkan sehingga mengetahui bidang yang disukai oleh anaknya dan tidak memaksakan hal yang tidak disukai sang anak (mis dalam pemilihan jurusan ketika masuk bangku kuliah).

  2. wah lengkap ya ini informasinya🙂
    bagus buat yang lagi punya anak masih sekola

  3. dunia kanak2 sangatlah njlimet namun pasti.. loh.. gmn sii?!?!
    susah di tebak, tp sebernernya kita tau tp.. oalaahhh gmn sii mksd nya.. ntar dulu dee di pospon dulu komennya ;(

  4. Pagi Bun…
    Satu lagi pelajaran bagus….bagaimana kita dapat mengikuti perkembangan anak untuk menuju kemasa depan.

  5. artikelnya mantab bgt nich,
    terima kasih bunda😀

  6. Sahabat tercinta,
    Dengan hormat saya mengundang sahabat untuk mengikuti Kontes Unggulan Cermin Berhikmah (K.U.C.B).
    Sahabat hanya diminta untuk menulis sebuah cerita fiksi mini dan menuliskan hikmah atau pelajaran yang dapat dipetik dari cerita yang telah anda tulis. Setelah itu daftarkan artikel tersebut diblog saya – New BlogCamp –

    Hadiahnya sih tidak seberapa tetapi begitu selesai mendaftarkan artikel, anda akan merasakan suatu sensasi yang membahagiakan karena telah mampu menulis suatu artikel yang lain dari biasanya.
    Jika berminat silahkan klik :
    http://newblogcamp.com/kontes/kontes-unggulan-cermin-berhikmah

    Terima kasih
    Salam hangat dari Surabaya

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s