Tausyiah Ramadhan

Alhamdulillah, kamis kemarin bisa mendengarkan tausyiah di mesjid kantor. Setiap tahunnya dkm di kantor memfasilitasi kegiatan Ramadhan.  Berikut Tausyiahnya :

Diceritakan, ada seorang pemuda, bernama Tsabit Ibrahim, pemuda itu dijuluki seorang ahli ibadah. Pada suatu hari, sang pemuda melewati jalan yang dipinggir-pinggirnya terlihat kebun apel, saat itu sang pemuda melihat ada apel yang jatuh, dia  ambil dan dimakan, tetapi sebelum apel itu habis, pemuda itu tiba2 teringat ” Astagfirullah, kenapa saya makan apel ini, padahal apel ini bukan kepunyaan saya, saya telah memakan setengahnya, tapi tetap saja tidak halal, karena saya belum meminta ijin pemiliknya, bisa jadi ibadah yang saya lakukan selama ini akan sia-sia karena apel ini belum halal” . Secepatnya pemuda itu mencari pemilik apel dan  dari kejauhan terlihat seorang bapak tua sedang berada di kebun apel itu, sang pemuda pun menghampirinya ” Assalamu’alaikum, bapak , apakah anda pemilik kebun ini, saya mohon halalkan apel ini, tidak sengaja saya telah memakan setengahnya, tetapi saya belum meminta ijin untuk memakan dan mengambilnya”, kemudian bapak tua itu bergumam ” Jujur sekali pemuda ini” dan bapak tua itu berbicara ” bukan saya pemiliknya, pemiliknya tinggal di tempat yang sangat jauh dari ini”.Sang pemuda bersikukuh mengetahui tempat pemilik kebun apel itu, jauh pun dia tempuh, sampai akhirnya dia menemukan tempat pemilik kebun apel itu. ” Ya Tuan, apakah benar anda pemilik kebun apel, saya mohon halalkan apel yang telah saya makan setengahnya karena saya khilaf”. Kemudian pemilik apel itu berkata ” Saya mau menghalalkan apel itu, tapi kamu harus menikahi putriku, putriku seorang yang buta, tuli, bisu dan lumpuh “. ” Sang pemuda pun kaget ” kenapa saya harus menikahi putri tuan untuk menghalalkan apel itu?. Pemilik kebun pun berkata ” Setelah menjadi menantu, apa2 yang saya miliki, tentu halal bagimu”. Sang pemuda pun mengerti dan yang lebih kaget lagi mendengar sang putri yang akan dijodohkannya banyak kekurangannya, tapi setelah istikhoroh, dan niatnya untuk menghalalkan apel yang dia makan, pemuda itu menyerahkan yang terbaik kepada Allah.

Akhirnya pemuda itu pun dinikahkan tanpa dipertemukan dengan sang putri terlebih dahulu, walaupun pikirannya masih tidak tenang , tapi sang pemuda sudah pasrah. Setelah sah, sang pemuda disuruh memasuki kamar sang putri, dan dengan ragu2 dia memasuki pintu kamar, sang putri tuli, kalo saya ketuk pintunya, pasti tidak akan mendengar, tapi tidak apa2, saya ketuk, kalo ada yang menjawab salam saya mungkin itu malaikat, kemudian dia pun mengetuk sambil mengucapkan salam, dan terdengar dari dalam ada suara wanita yang menjawab salamnya, Ahh sang pemuda itu pun terheran2, ternyata wanita itu sangat cantik sekali, dan bisa mendengar, dan melihat, tidak bisu dan tidak lumpuh. kemudian sang putri pun menjawab keheranan sang suami, ” Ya suamiku, ayahku bukanlah seorang pembohong, ayahku benar mengatakan saya tuli, karena saya tuli dengan omongan2 yang jelek / ghibah/gossip, ayahku benar mengatakan saya buta, karena saya mata tidak diperkenankan melihat yang dilarang oleh Allah, ayahku benar mengatakan saya bisu, karena lidah, mulut saya hanya berbicara yang baik dan benar saja, ayahku benar mengatakan saya lumpuh, karena kaki saya tidak digerakkan ke tempat2 yang maksiat. Subhanallah.

Hikmahnya :
1. Ibadah kita akan sia2 jika kita memakan makanan yang tidak halal, atau kita memakan makanan halal tapi dari uang yang tidak halal, atau cara mendapatkan dengan cara yang tidak halal
2. Selama niat kita kuat, cita2/keinginan kita pun akan terwujud
3. Istikhoroh lah, ketika kita sulit mengambil keputusan
4. Jagalah mata, telinga, lidah/mulut, kaki, tangan, hati kita dari hal-hal yang dilarang oleh Allah SWT.

11 responses to “Tausyiah Ramadhan

  1. Saya pernah membaca cerita ini, tapi pemuda yang menemukan & memakan apel itu Abdul qodir al jailani

  2. nge-like aja ahh…
    assalamualaikuum…


    walaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh

  3. keren creitanya sob …!

  4. saya juga sering mendengar cerita ini dalam berbagai versi..
    tp ceritanya emang penuh nilai.. kejujuran yang utama..

  5. betul sekali ke 4 hikmah dari cerita ini..

  6. Berkunjung dipagi hari untuk menggandeng tangan Dina,mengangkatnya keatas sambil berteriak ‘MERDEKA, MERDEKA,MERDEKA !!!

    Lalu berdoa bersama untuk kejayaan Ibu Pertiwi dan juga doa untuk kesehatan,kesejahteraan dan kebahagiaan kita semua. Amin

    MERDEKA, Dina!!

  7. setuju dengan hikmahnya…

    banyak orang telah melupakannya

  8. Cerita yang menarik Bunda, klo saya masih muda mungkin saya mau menjadi Tsabit Ibrahim ………………….he3x maaf bercanda)
    Salam kenal Bun………………

    Mau apa neh😀

  9. blm pernah denger cerita ini..tp mantaff

  10. Saya pernah memdEngar cerita ini.. Dan juga membAcanya dari sebuah n0vel Islami.. Yang paling membuat saya tertarik adalah, sang wanita deng ‘tuli’, ‘bisu’ dan ‘buta’ nya.. Sem0ga bisa menjadi wanita seperti itu. Amin.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s