Allah selalu ada untukmu

pasrah

Kejadiannya 2 tahun yang lalu, status saya sebagai seorang ibu, mahasiswa, sekaligus karyawan. Saat itu saya sedang menyelesaikan kuliah S1 di salah satu universitas negeri di Bandung. Jadwal perkuliahannya sih sudah selesai, tinggal menyelesaikan skripsi. Saya ingat tepatnya bulan Agustus 2008 saya mendaftar untuk sidang ke bagian tata usaha dan mendapatkan jadwal gelombang ke 2 karena gelombang 1 sudah penuh. Antara seneng karena masih ada waktu untuk mendalami bahan sidang tapi kecewa juga karena kalo gelombang ke 2 berarti ga bisa ikut wisuda tahun 2008. Saya pun pasrah saja, tinggal menunggu waktunya…

Selang beberapa hari, ketika saya baru pulang dari kantor, saya melihat Amira tergolek lemas, ibuku yang di rumah baru memberitahu kalo amira demam, dan ibuku tidak berani menelepon ke kantor karena takut mengganggu saya bekerja, padahal untuk anak, saya bisa mengusahakan pulang cepat. Saat itu menjelang sore, Amira saya kasih ASI  sampe akhirnya tertidur. Ibuku memberitahu bahwa Amira tidak mau meminum obat panasnya, malah dikeluarkan.  Astagfirullah, panasnya semakin tinggi, hampir 38 an, kemudian saya kompres, tapi tiba2 Amira terbangun dan menangis karena Amira pipis, saya pun segera mengganti celana yang basah, tapi tiba2 tangan dan kaki amira kejang2, matanya melotot, Ya Allah Amira step. Saat itu rasannya campur baur, antara kalut, takut, sedih, belum lagi suami ga ada sedang dinas ke Jakarta. Dengan kondisi menangis, saya coba kuat dan berusaha menenangkan diri, Sambil membaca istigfar ke telinganya, Amira dibuka bajunya, dikasih minyak telon, dan dicoba lagi dimasukkan obat panasnya. Alhamdulillah kejang2nya reda dan segera Amira diminumkan teh hangat untuk menenangkannya. Untuk memastikan tidak apa2 Amira pun dibawa ke dokter, dan diberi obat pencegah kejang , apabila kejangnya datang kembali. Kejadian itu bikin hati ketar ketir dan ga terasa baju kantor yang belum sempat diganti pun basah dengan keringat. Melihat Amira tertidur, saya pun segera melakukan sholat dan sujud syukur karena Amira sudah berangsur membaik.
Beberapa saat saya menenangkan diri, sambil terus menunggui Amira , tiba2 terdengar suara dari Hp saya. Saya pikir pasti suami yang menelepon, tetapi ternyata dari kampus, terdengar suara perempuan dari ujung telepon sana, dan mengabarkan bahwa  2 hari lagi saya sidang, dan harus mengambil surat untuk diberikan kepada 2 penguji sebelum waktu sidang. Astagfirullah, dengan kondisi saya yang masih belum tenang terus mendapat kabar itu, pikiranku rasanya mau meledak saja , dada berdegup kencang, belum nyiapin ini itu buat sidang, belum lagi harus nelepon penguji,argghhhh….cobaan apa lagi ini..
Keesokan harinya, saya edit skripsi yang masih ada coret sana sini dari pembimbing dan belum saya betulkan. Saya pun segera menelepon penguji 1, dan penguji 1 mengiyakan dan menyuruh membawa skripsi ke rumahnya untuk dibaca, sedangkan penguji 2, saya telepon, nadanya marah2, tapi akhirnya beliau mengiyakan akan hadir di sidang sebagai penguji. duhh bikinn hati kebat kebit. Alhamdulillah urusan sidang sedikit terselesaikan, tinggal mempersiapkan diri untuk besok pagi . Pas malem2 menjelang sidang , ahh boro2 untuk ngapalin, tidur pun cuman sebentar, karena Amira masih belum turun panasnya.
Pagi2 sekali saya dianter suami ke jatinangor, selama perjalanan,  mulut menguap beberapa kali, mata rasanya masih ngantuk, trus pinginnya muntah, dada sesak, he.., belum sidang dimulai, saya sudah cemas duluan, padahal sih pas waktu sidang, walaupun awal2 deg2an, terus lihat temen2 diuji, malah makin deg2an, tapi saat itu saya sudah pasrah , mudah2an Allah memberikan yg terbaik, dan Alhamdulillah ketika dipanggil penguji 1 dan penguji 2, rasa deg2an itu hilang, dan bisa menjawab dengan lancar. Alhamdulillah, segala puji bagi Allah, dengan rentetan kejadian diatas, saya bersyukur semuanya berjalan lancar dan saya pun lulus dengan nilai yang memuaskan. Alhamdulillah.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s