Anak Oh Anak

Duduk santai di kursi sambil menunggu suamiku menyelesaikan urusan kantor, terdengar suara kerumunan anak kecil bermain menunggu datangnya malam, selain anak kecil, beberapa orang tua mendampingi anak2nya main. Mata saya tertuju pada anak perempuan kecil berusia 2 tahun-an lucu, jadi inget anak saya. Saya lambaikan tangan kepadanya, buru-buru anak itu bersembunyi dibalik baju ibunya. ” Bi, lihat anak itu, lucu, seperti Ayu” . Suamiku pun sekilas melihatnya dan kemudian bercerita ” Oh, itu anaknya Bapak sebelah rumah, anaknya ada 3 , anak pertama dan kedua lagi di pesantrenkan di jawa timur mulai dari usia 3 tahun, seperti usia Amira sekarang. Mungkin sebentar lagi anak tadi kalo dah usia 3 tahun dipesantrenkan juga, kalo Abi mending ngajarin anak sendiri daripada dilepas gitu, kasihan psikologisnya, tapi yah orang tua tuh beda-beda”. Duggg, ada perasaan miriss pada anak itu dan anak2 lainnya, ” Bi , kasihan yah kecil2 dah pisah dari orang tua, jauh dari Bandung, niatnya sih bagus supaya dididik agama dari kecil dan supaya mandiri, tapii…… dalam diam saya merenung dan pikiran saya melayang terhadap anak saya di rumah, Saya meninggalkan anak kerja saja, hati ini miris, apalagi harus berjauhannn, duhhhh, ga tegaaaa ah…… tidakkkkk…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s