Tangis dan Tawa

Amira Kecil

Huaaaa…. Huaaaaa, tangis anakku pecah di tengah malam,

Anakku bukan pingin dibikinin susu, atau pingin makan, tapi anakku nangis karena permintaannya ga dibeliin. Awal ceritanya sih begini , abinya dalam beberapa bulan ini kerja lembur, dan kadang2 abinya suka membawakan hadiah untuk putri kecilnya berupa minuman kesukaan anakku. Ketika sore menjelang malam, anakku menelepon abinya ” bi, beliin minuman mba yah, sudah habis”, dari sebrang sana abinya mengiyakan.

Menunggu dan menunggu, itu yang anakku lakukan, ambil maenan ini, ambil maenan itu, coret2 kertas, nyanyi2, meneonton dora, semuanya dilakukan dalam penungguannya. ” Nak, tidur dah malam, maennya besok lagi” bujuk saya , tapi anaknya keukeuh, ga mau tidur. Saya amati matanya ga menunjukkan kelelahan, badan kecilnya gerak sana, gerak sini, ga mau diem dah….

Ngunggg… ngunggg, terdengar suara motor berhenti di depan rumah. ” Abi,Abi dah pulang mi, horeeee”. Teriaknya sambil jingkrak2, anakku berlari menuju pintu menyambut kedatangan abinya. ” Nak, sini dulu, abinya duduk dulu, minum dulu, masih cape” .Eh, dasar anak langsung deh nagih pesenannya ” bi, mana minumannya ??? “. Abinya langsung menghampiri anaknya sambil memeluknya ” Maaf nak, warungnya sudah tutup”, dan sontak tangis anakku pecah. ” Bi, kan tadi neleponnya jm 8 an, harusnya warungnya masih buka”, tetapi suamiku berkata bahwa saat itu kondisi di kantornya lagi riwehh, ga sempat keluar. Terus pas pulang, di sepanjang jalan, ga ada warung yang buka. Yah, walaupun rada2 kesel , tapi lihat kondisi suamiku yang cape, g tega nerusin keselnya.

Anakku nangis, senangis-nangisnya, dan abinya berusaha membujuk ” Mba, bikin gitar-gitaran yuk”, sssstttttt, nangisnya tiba-tiba mulai mereda. ” Bikin gitarnya gimana??, sambil tangannya mengusap mata dan hidung yang basah, suaranya terdengar serak, masih terdengar , hiks, hiks. Kemudian abinya membawa toples kotak plastik dan karet, beberapa karet kemudian diikatkan ke toples, sehingga menyerupai senar gitar.. ehh Ajaibbbb, ketika abinya memetik senar gitar , anakknya langsung deh jingkrak2 seneng. Tangisannya digantikan dengan senyuman dan ketawa yang renyah. Cape nangis, Cape maen, anakku tertidur lelap dengan seulas senyum di mulutnya.

” Bismikallah huma ahya wa bismika amut”

2 responses to “Tangis dan Tawa

  1. Anaknya cute banget mbak…

    Salam kenal dari Sydney.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s