Malam menjelang, anak-anak pun menagih bundanya untuk maen, karena seharian bundanya tidak di rumah.
“Bunda, kita makan kerupuk yuk, siapa yang paling cepat habisnya”, kata Amira.
Bunda pun langsung mengerti yang dimaksud Amira, kerupuk digantung dengan seuntai benang, dan dimakan bersama-sama dengan Ayu. Bunda memang sudah pernah mengenalkan lomba kerupuk ini kepada Amira.
“Ya udah, mba Amira ambil kerupuknya yah, bunda ambil talinya”, seru Bunda.
Bunda lalu mengikatkan tali rapia diantara pintu kamar, dan kerupuknya diikat benang jahit. Segala persiapan pun sudah selesai dan lomba kerupuk pun di mulai. Ah, senangnya mendengar derai tawa anak-anak.
Buku Antalogiku, 2012
-
Tulisan Terkini
- Serunya membuat dan memukul Pinata
- Referensi Buku Parenting, ayoo dibeli ^_*
- Logo Aaherbal
- Mengisi liburan anak dengan Finger Painting
- Lowongan Mengajar menjadi dosen tidak tetap
- Amira sayang Bunda
- Semoga kita menjadi orangtua yang salih dan baik bagi anak-anak
- Kerupuk pun bisa bikin ceria
- Mohon bantuannya : Survey Pengaruh Internet
- Lowongan Kerja : Java Developer
Kategori
- Award (8)
- Cerita Anak (67)
- Cerita Bunda (141)
- Desainku (9)
- Event (2)
- Kisah Inspiratif (11)
- Kontes/Kuis/Lomba (20)
- Kuliah ITB (4)
- Kuliner (7)
- Lapbook (2)
- Lowongan Kerja (4)
- Parenting (4)
- Prakarya Anak (14)
- Tutorial (11)
-
Komentar Terakhir






ha ha ha lucu nyaaaa
kreatif ya de’ Amira ^_^
idenya bisa aja bun, jadi kaya lomba makan krupuk
hehe, iyaaa…
ich lucunyaaaaaa
bahagia kalo lihat senyum dan dengar tawa anak-anak
betull